Ini Alasan Kenapa Pemain Bintang Mau Datang ke MLS

Ini Alasan Kenapa Pemain Bintang Mau Datang ke MLS

Sudah tidak aneh lagi ketika bintang sepakbola Eropa justru pindah ke klub di MLS (Major League Soccer) Amerika. Beberapa pemain dari liga terbaik dunia seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, dan juga Liga Italia yang akhirnya berlabuh di kompetisi MLS. Apakah ini sebuah tanda bahwa mereka sudah tidak mampu lagi bersaing dengan pemain-pemain lain di liga-liga di Benua Eropa?

Tentu banyak orang yang mengiyakan anggapan tersebut. Akan tetapi, bukan itu saja yang menjadi alasan kenapa beberapa pemain yang masih atau pernah bersinar di kompetisi Eropa memutuskan untuk bergabung dengan salah satu klub di MLS.

Alasan yang paling utama adalah gaji. Anda pasti tahu pemain sekelas Steven Gerrard. Mantan kapten Liverpool yang sekarang merumput di LA Galaxy ini bisa saja bermain di klub-klub di benua Eropa lainnya. Bahkan, Mourinho yang sekarang menangani Chelsea secara blak-blakan memuji Gerrard. Bukan tidak mungkin jika Gerrard mau, ia bisa menjadi bagian dari skuad Jose Mourinho di Stamford Bridge.

Akan tetapi, bergabung dengan John Terry dan kawan-kawan bukan pilihan bagus bagi Gerrard. Ia sadar betul bahwa dirinya tidak lagi muda. Bagi pemain yang sudah menginjak usia 30an, bertahan di klub Eropa merupakan kesalahan yang besar. Mereka akan segera tersingkir atau kalau tidak, klub hanya mengganjar mereka dengan gaji kecil.

Berbeda ketika para pemain yang pernah memperkuat klub di Eropa berpindah ke MLS. Gerrard misalnya. Dengan usianya yang sudah kepala tiga, ia bisa mendapatkan gaji yang jauh lebih besar daripada jika ia menerima tawaran bermain di klub Eropa selain Liverpool.

Yang kedua, MLS merupakan kompetisi sepakbola yang tak kalah menarik dibandingkan dengan kompetisi di Benua Eropa. Memang masyarakat Amerika menganggap sepakbola menjadi hiburan yang menjenuhkan. Sepakbola kalah pamor dengan Liga Basket NBA. Namun, setelah Piala Dunia yang dihelat di Amerika pada tahun 1996, masyarakat Amerika mulai sadar ternyata sepakbola merupakan hiburan yang menarik.

Mulai saat itulah menejemen MLS mulai memperbaiki diri agar semakin banyak masyarakat yang tertarik. Didatangkanlah para pemain bintang yang pernah merumput di Eropa seperti David Beckham, Thierry Henry, Kaka, Lampard, Pirlo, Gerrard, dan masih banyak lagi. Oleh karena beberapa klub diperkuat oleh para pemain bintang tersebut, kompetisi MLS semakin bagus. Masyarakat semakin antusias mentonton hiburan sepakbola.

Apapun alasan itu, MLS sekarang menjadi magnet yang luar biasa untuk menarik para pemain bintang di Eropa yang dirasa sudah tidak akan bisa bersinar lagi. Pemain seperti Pirlo sudah udzur untuk kompetisi sepakbola Eropa. Itulah mengapa MLS bisa menjadi naungan terakhir bagi Pirlo dan pemain lainnya sebelum gantung sepatu.

Di sisi lain, MLS pun sangat diuntungkan. Dengan datangnya pemain bintang yang terkenal lebih dulu di klub Eropa, MLS bisa dikenal oleh masyarakat sepakbola dunia. Pihak sponsor pun kebagian untung. Mereka bisa lebih mudah menjual tiket dan juga jersey para pemain bintang tersebut. Intnya, pemain dan juga pihak yang terlibat di MLS sama-sama diuntungkan.

Meski demikian, trend ini bukan berarti bisa berlanjut terus. Pada suatu saat nanti. Bukan tidak mungkin MLS bisa menjadi kompetisi para pesepakbola muda berbakat dunia. Mereka tidak hanya memburu agar bisa bermain di salah satu klub di Liga Inggris, Italia, atau Spanyol saja yang sekarang ini dianggap sebagai liga sepakbola paling bergengsi dunia. Suatu saat nanti, tidak hanya pemain sepakbola terbaik yang sudah tua saja yang mau ke liga MLS.